Dosen Tadris Biologi UIN SSC Berpartisipasi dalam Diskusi Nasional Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI)

Bandung, Minggu, 9 November 2025 bertempat di Auditorium JICA Universitas Pendidikan Indonesia, Dosen Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut ambil bagian dalam Diskusi Nasional Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI) 2025 yang mengangkat tema “Kontribusi Penelitian Biologi dalam Pembelajaran Mendalam dan Berdampak bagi Dunia Pendidikan di Indonesia.” Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan peneliti biologi untuk membahas arah baru pendidikan biologi yang lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pembelajaran mendalam (deep learning).

Dalam forum yang dikemas dalam bentuk talk show tersebut, hadir para pakar pendidikan biologi nasional yang menjadi narasumber utama. Salah satunya adalah Prof. Intan Ahmad, Ph.D., yang menekankan bahwa pendidikan biologi harus bergeser dari sekadar hafalan konsep menuju pemahaman yang mendalam melalui pendekatan concept and connection. Menurutnya, konsep-konsep biologi perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata, teknologi, dan lingkungan agar siswa memiliki cara berpikir biologis yang utuh dan aplikatif. Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian masalah dalam biologi tidak bisa dilakukan secara monodisipliner, melainkan perlu kolaborasi lintas bidang ilmu.

Sementara itu, Prof. Dr. Paidi, M.Si. menyoroti pentingnya inovasi dalam menciptakan pembelajaran biologi yang mendalam dan menyenangkan. Ia memperkenalkan konsep Joyful, Mindful, Meaningful Learning, di mana guru berperan membangun suasana belajar yang menggugah rasa ingin tahu siswa. Prof. Paidi mencontohkan integrasi pembelajaran di kelas, masyarakat, dan keluarga seperti yang digambarkan dalam film Upin dan Ipin, atau budaya guru di Jepang yang fokus pada kebutuhan belajar siswa. Menurutnya, pembelajaran menyenangkan bukan berarti bermain-main, tetapi pembelajaran yang menarik, menantang, dan membuat siswa merasa penting untuk belajar.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Mushawwir Taiyeb, M.Kes. memaparkan posisi penting riset biologi sebagai jembatan antara teori pembelajaran dan praktik di kelas atau laboratorium. Ia menekankan bahwa biologi tidak hanya menyajikan konten ilmu, tetapi juga menjadi jembatan metodologi yang melahirkan inovasi pembelajaran. Salah satu bentuk konkret yang dikembangkan adalah penggunaan laboratorium virtual dan pendekatan pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning). Prof. Mushawwir menegaskan, riset biologi harus menjadi bukti empiris dari perjalanan motivasi menuju pembelajaran mendalam, serta mendorong penggunaan teknologi secara bijak agar tidak terjebak dalam ketergantungan digital.
Selanjutnya, Dr. Bowo Sugiharto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa hasil riset biologi tidak akan bermakna apabila tidak diimplementasikan ke dalam proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, riset yang kuat harus berdampak langsung terhadap transformasi cara guru mengajar dan siswa belajar. Ia mendorong para pendidik untuk menjadikan hasil penelitian biologi sebagai dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan tantangan zaman.

Keikutsertaan dosen Tadris Biologi UIN SSC dalam diskusi nasional ini menunjukkan komitmen prodi dalam memperkuat kapasitas akademik serta menjembatani hasil penelitian dengan praktik pembelajaran. Para dosen berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan forum diskusi, membagikan pengalaman dalam mengintegrasikan riset biologi dengan pembelajaran digital dan kontekstual. Hal ini sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis digital yang berorientasi pada inovasi dan dampak sosial.
Melalui kegiatan ini, dosen Tadris Biologi UIN SSC memperoleh banyak wawasan baru tentang bagaimana riset biologi dapat berkontribusi terhadap pembelajaran mendalam dan bermakna. Forum HPPBI menjadi ajang penting untuk memperkuat jejaring antarpendidik biologi, sekaligus memperluas kolaborasi riset lintas universitas. Dengan semangat kolaboratif dan integratif, Tadris Biologi UIN SSC berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengembangan pendidikan biologi yang adaptif, berbasis riset, dan berdaya saing nasional.
Dosen Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Evi Roviati, S.Si. M.Pd dan Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Diskusi Nasional HPPBI 2025 memberikan banyak inspirasi dan perspektif baru tentang arah pembelajaran biologi masa depan. Ia menilai bahwa pemikiran para narasumber membuka wawasan mengenai pentingnya mengaitkan konsep-konsep biologi dengan kehidupan nyata dan menjadikan riset sebagai dasar utama dalam pembelajaran. “Kami mendapatkan banyak pencerahan tentang bagaimana membangun pembelajaran biologi yang mendalam, kontekstual, dan tidak terjebak pada hafalan semata. Ini sangat relevan dengan arah pengembangan kurikulum di Tadris Biologi UIN SSC,” ujarnya.

Lebih lanjut, dosen tersebut menambahkan bahwa forum HPPBI menjadi ruang yang sangat bernilai bagi para pendidik dan peneliti untuk saling bertukar pengalaman serta membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Menurutnya, ide-ide yang dibahas dalam forum akan menjadi bahan refleksi dan inovasi dalam praktik pembelajaran maupun penelitian di lingkungan UIN SSC. “Kami berkomitmen untuk terus mengintegrasikan hasil riset biologi dengan pembelajaran berbasis teknologi dan berorientasi pada deep learning. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan solutif terhadap persoalan biologi di masyarakat,” pungkasnya.