Berita dan Informasi

Menjaga Paru-Paru Gunung Ciremai: Dedikasi Mahasiswa Biologi UIN Siber Cirebon Melalui Gerakan Aksi Konservasi Berkelanjutan

Menjaga Paru-Paru Gunung Ciremai: Dedikasi Mahasiswa Biologi UIN Siber Cirebon Melalui Gerakan Aksi Konservasi Berkelanjutan

Menjaga Paru-Paru Gunung Ciremai: Dedikasi Mahasiswa Biologi UIN Siber Cirebon Melalui Gerakan Aksi Konservasi Berkelanjutan

Dalam upaya nyata menjaga kelestarian alam dan menata kembali keseimbangan ekosistem kawasan pegunungan, mahasiswa semester V Program Studi Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar aksi penanaman dan adopsi pohon di kawasan Lembah Cilengkrang, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai pemenuhan tugas akademik semata, melainkan sebuah ikhtiar pemulihan vegetasi serta perlindungan fungsi daerah tangkapan air yang sangat vital bagi masyarakat di sekitar kawasan lereng gunung. Langkah ini menandai komitmen generasi muda terdidik untuk terjun langsung membenahi kondisi lingkungan yang memerlukan perhatian khusus.

Kegiatan lapangan ini diinisiasi sebagai bagian integral dari mata kuliah Biologi Konservasi. Berbeda dengan metode perkuliahan konvensional yang kerap kali terbatas pada ruang kelas dan pemahaman teoretis semata, aksi ini menerapkan Model Inquiry Project yang terintegrasi secara mendalam dengan pendekatan Ethno-Citizen Science. Mengusung semangat "From Science to Action", para mahasiswa didorong untuk mengondisikan teori sains yang telah dipelajari di bangku kuliah agar bertransformasi menjadi langkah nyata di lapangan. Melalui model ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami keanekaragaman hayati secara konsep, tetapi juga diajak mengeksplorasi tantangan nyata konservasi, menganalisis kondisi tapak, serta merumuskan solusi ekologis yang adaptif dan partisipatif.

Kawasan Lembah Cilengkrang sendiri dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki keunikan sekaligus kerentanan ekologis yang signifikan. Sebagai bagian penting dari kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, lembah ini menyimpan kekayaan flora dan fauna khas pegunungan tropis serta berperan penting sebagai daerah resapan air. Namun, tekanan aktivitas manusia dan dinamika perubahan iklim berpotensi menurunkan kualitas tutupan vegetasi di kawasan tersebut. Penanaman pohon di area ini ditujukan untuk memulihkan struktur kanopi hutan, memperkuat porositas tanah, dan menjaga kestabilan tata air di daerah tangkapan air. Kehadiran vegetasi pohon yang rapat dan berakar kuat akan menahan laju erosi tanah, meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam akuifer tanah, serta memastikan ketersediaan sumber air bersih bagi warga pemukiman sekitar secara berkelanjutan.

Salah satu pilar utama yang membedakan aksi ini dari kegiatan penghijauan biasa adalah penerapan konsep adopsi pohon. Banyak gerakan penanaman pohon di berbagai daerah kerap berakhir kurang optimal akibat ketiadaan pemeliharaan dan pemantauan pasca-penanaman. Mengantisipasi masalah klasik tersebut, mahasiswa Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah menyiapkan skema keberlanjutan yang terstruktur. Melalui program adopsi pohon, setiap bibit yang ditanam akan dicatat dan dipantau pertumbuhannya secara berkala. Pemantauan ini mencakup tingkat kelangsungan hidup (survival rate), laju pertumbuhan tinggi dan diameter batang, hingga pengamatan kondisi kesehatan fisik tanaman.

Keberlanjutan program ini kian diperkuat dengan keterlibatan aktif masyarakat lokal di sekitar Lembah Cilengkrang. Dalam kerangka Ethno-Citizen Science, mahasiswa berkolaborasi secara erat dengan warga desa, pengelola kawasan wisata lokal, serta komunitas pecinta alam setempat untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi perkembangan pohon yang telah ditanam. Pendekatan ini menggabungkan pengetahuan sains modern dari kampus dengan kearifan lokal (indigenous knowledge) yang dimiliki oleh warga setempat dalam mengelola hutan. Masyarakat tidak lagi ditempatkan sebagai penonton pasif, melainkan sebagai mitra sejajar dan pengawal utama kelestarian hutan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Bagi para mahasiswa, pengalaman langsung di lapangan memberikan dimensi pembelajaran yang sangat kaya. Mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan pemangku kepentingan (stakeholders), memahami dinamika sosial masyarakat sekitar hutan, dan mempraktikkan metodologi pengamatan ekologi secara presisi di alam terbuka. Kegiatan ini membentuk karakter calon pendidik biologi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati lingkungan, jiwa kepemimpinan, dan kepekaan sosial. Sebagai calon guru biologi di masa depan, keterampilan dan pengalaman konservasi praktis ini akan menjadi modal berharga dalam mentransfer nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada para peserta didik mereka kelak di sekolah.

Sebagai bagian dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus bertransformasi menuju era digital dan pembelajaran berbasis teknologi modern, aksi ini membuktikan bahwa keberadaan teknologi siber tidak menumpulkan kepekaan terhadap alam fisik. Justru, integrasi data pemantauan digital dan jejaring sains warga (citizen science) menjadi sarana mutakhir dalam mengawal isu-isu lingkungan hidup. Mahasiswa mampu mengombinasikan pencatatan data ekologis berbasis siber dengan aksi hijau nyata di lapangan. Ini membuktikan bahwa kampus digital tetap berakar kuat pada nilai-nilai keberlanjutan bumi dan keagamaan yang menjunjung tinggi amanah menjaga serta melestarikan lingkungan hidup.

Aksi penanaman dan adopsi pohon oleh mahasiswa Tadris Biologi FITK UIN Siber Cirebon ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi gerakan serupa di kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Upaya konservasi tidak boleh berhenti pada seremonial penanaman semata, melainkan harus terus dirawat melalui komitmen jangka panjang. Dengan tumbuhnya bibit-bibit pohon baru di Lembah Cilengkrang, tumbuh pula harapan baru bagi pulihnya ekosistem Gunung Ciremai secara menyeluruh. Sinergi antara dunia perguruan tinggi, masyarakat lokal, dan pengelola taman nasional ini memancarkan optimisme bahwa pelestarian alam Indonesia dapat terwujud secara konsisten melalui kerja sama yang berlandaskan ilmu pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata.

Topik Terkait:
##UINSSC ##TBIO ##UIGreenMetric ##UINSiberSyekhNurjatiCirebon ##TadrisBiologi
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas