Membangun Masa Depan Hijau: Dr. H. Djohar Maknun Kupas Peran Pendidikan dalam Mewujudkan SDGs
Di tengah ancaman krisis iklim global dan degradasi lingkungan yang kian nyata, dunia pendidikan dituntut untuk mengambil peran garda terdepan dalam membentuk generasi yang sadar akan keberlanjutan. Menanggapi urgensi tersebut, sebuah diskusi mendalam bertajuk “Green Education for Sustainable Future: Peran Pendidikan dalam Mewujudkan SDGs” digelar pada Rabu, 6 Mei 2026.
Acara yang dilaksanakan secara virtual ini menghadirkan pakar pendidikan biologi kenamaan, Dr. H. Djohar Maknun, M.Si., sebagai narasumber. Dosen senior dari jurusan Tadris Biologi ini membagikan perspektif strategis mengenai bagaimana institusi pendidikan harus bertransformasi menjadi pusat inkubasi nilai-nilai pelestarian alam demi mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendidikan Sebagai Katalisator Perubahan
Membuka paparannya, Dr. Djohar menekankan bahwa pendidikan hijau (Green Education) bukan sekadar penambahan kurikulum tentang lingkungan hidup. Menurutnya, ini adalah sebuah paradigma yang mengintegrasikan aspek ekologi, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekonomi ke dalam jiwa setiap peserta didik.
Dalam artikel ini, ia menjelaskan bahwa peran dosen dan guru biologi sangat krusial. Biologi tidak boleh hanya dipelajari di atas kertas, tetapi harus dibawa ke ranah aksi nyata. Mahasiswa dan siswa perlu didorong untuk memahami siklus hidup, biodiversitas, dan dampak setiap tindakan manusia terhadap keseimbangan alam.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Dr. Djohar menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku. Banyak individu yang mengetahui bahaya sampah plastik, namun sedikit yang benar-benar mengubah pola konsumsinya. Di sinilah Green Education masuk untuk menjembatani celah tersebut.
Beliau memaparkan tiga strategi utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan:
-
Kurikulum Berbasis Literasi Lingkungan: Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan dampak ekologis.
-
Kampus Hijau (Eco-Campus): Menjadikan lingkungan kampus sebagai laboratorium hidup, di mana pengelolaan sampah dan efisiensi energi dipraktikkan secara kolektif.
-
Keterlibatan Masyarakat: Mahasiswa didorong untuk melakukan pengabdian yang berfokus pada solusi lingkungan di tingkat lokal.
Antusiasme Peserta dan Akses Publik
Bagi masyarakat yang tidak sempat bergabung melalui ruang Zoom dengan ID Rapat 483 584 7414, panitia penyelenggara dari LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyediakan akses siaran langsung dan dokumentasi melalui kanal YouTube resmi mereka di @lp2muinssccirebon. Hal ini dilakukan agar pesan keberlanjutan yang disampaikan oleh Dr. Djohar dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan menjadi referensi berkelanjutan bagi para pendidik.
Harapan untuk Masa Depan
Menutup sesi webinar, Dr. Djohar Maknun menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah nurani para peserta. Ia mengingatkan bahwa bumi bukanlah warisan dari nenek moyang, melainkan titipan untuk anak cucu. Oleh karena itu, tugas pendidik adalah memastikan bahwa “titipan” tersebut tetap layak huni bagi generasi mendatang.
Green Education adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak terlihat besok, tetapi akan dirasakan oleh bumi 20 hingga 30 tahun yang akan datang saat para peserta didik kita hari ini menjadi pengambil kebijakan.
Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan muncul inisiatif-inisiatif baru dari berbagai lembaga pendidikan untuk mulai mengimplementasikan konsep pendidikan hijau secara konsisten. Perjalanan menuju masa depan yang berkelanjutan memang panjang, namun melalui pendidikan yang tepat, langkah itu menjadi lebih pasti.
Informasi Penyelenggaraan:
-
Topik: Green Education for Sustainable Future
-
Narasumber: Dr. H. Djohar Maknun, M.Si.
-
Waktu: Rabu, 6 Mei 2026 | 08.00 WIB
-
Penyelenggara: LP2M UIN SSC Cirebon