
Duka untuk NTT: Prodi Tadris Biologi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Galang Empati dan Doa Bersama Pasca-Gempa 7,7 Magnitudo
Duka mendalam kembali menyelimuti tanah air. Bencana alam berupa gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Musibah yang datang secara mendadak ini merusak berbagai fasilitas umum, pemukiman warga, serta membawa dampak psikologis dan fisik yang berat bagi masyarakat terdampak. Menanggapi musibah nasional ini, civitas akademika Prodi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon secara resmi menyampaikan belasungkawa mendalam melalui kampanye empati bertajuk "Pray for NTT".
Melalui pesan resmi yang disebarkan oleh pihak jurusan, seluruh keluarga besar akademisi kampus mengajak masyarakat luas, mahasiswa, serta praktisi pendidikan untuk merapatkan barisan, memanjatkan doa, dan menyatukan kepedulian bagi saudara-saudara yang tertimpa musibah di kawasan Flores dan sekitarnya.
"Satu Hati, Bersama dalam Doa": Wujud Empati Kampus Siber
Pesan belasungkawa yang diusung oleh Jurusan Tadris Biologi ditandai dengan pita hitam sebagai simbol keprihatinan dan solidaritas kemanusiaan. Mengangkat slogan "Satu Hati, Bersama dalam Doa", kampanye ini bukan sekadar bentuk formalitas kelembagaan, melainkan cerminan dari rasa kemanusiaan yang melampaui batas geografis.
Dampak gempa bumi ber magnitudo 7,7 tergolong sebagai salah satu guncangan skala besar yang berpotensi melumpuhkan roda kehidupan masyarakat lokal. Kerusakan infrastruktur dasar, terputusnya jalur komunikasi, hingga ancaman guncangan susulan menjadi tantangan berat yang harus dihadapi para korban di lapangan. Dalam kondisi kritis seperti ini, dukungan moral dan doa dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia menjadi pilar kekuatan yang sangat berarti bagi para penyintas.
Bencana Geologis dan Pentingnya Kesadaran Ekologis
Sebagai jurusan yang bergerak di bidang pendidikan sains dan biologi, Jurusan Tadris Biologi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memandang bencana gempa bumi tidak hanya dari kacamata kemanusiaan, tetapi juga sebagai refleksi pentingnya pemahaman akan dinamika bumi dan mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Kawasan Flores dan Nusa Tenggara Timur berada di jalur tektonik yang aktif, sehingga pemahaman mengenai struktur geologi, pelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan bencana (disaster preparedness) menjadi sangat krusial. Integrasi antara empati sosial dan edukasi ekologis menjadi komitmen penting kampus dalam membentuk generasi pendidik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap kondisi alam dan sosial masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan predikat kampus yang berorientasi pada keberlanjutan (UI GreenMetric) serta semangat akreditasi unggul, di mana nilai-nilai kepedulian lingkungan dan respon terhadap bencana alam menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum kepribadian civitas akademika.
Menguatkan Solidaritas Melalui Jaringan Informasi Resmi
Di era digital dan jaringan siber (Cyber Islamic University), penyebaran pesan empati dan galangan doa dilakukan secara masif melalui berbagai saluran media sosial resmi Jurusan Tadris Biologi. Hal ini dilakukan agar pesan solidaritas dapat menjangkau seluruh alumni, mahasiswa, dan masyarakat umum secara transparan dan cepat.
Bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo ini memang meninggalkan duka mendalam, namun kepedulian kolektif dari seluruh elemen bangsa diharapkan mampu menjadi penawar rasa sakit bagi para korban. Prodi Tadris Biologi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap proses penanganan darurat, evakuasi, serta pemulihan (recovery) pascabencana di Flores, NTT dapat berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik.
Semoga masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, serta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa untuk segera bangkit menata kembali kehidupan di tengah ujian yang berat ini.