Berita dan Informasi

Eksplorasi Alam: Fieldtrip Tadris Biologi ke Pantai Slili dan Museum UGM, Menjelajahi Ekosistem Pesisir hingga Koleksi Museum Biologi UGM

Eksplorasi Alam: Fieldtrip Tadris Biologi ke Pantai Slili dan Museum UGM, Menjelajahi Ekosistem Pesisir hingga Koleksi Museum Biologi UGM Mahasiswa Jurusan Tadris Biologi dari Fakultas Ilmu Tarbiyah d...

Eksplorasi Alam: Fieldtrip Tadris Biologi ke Pantai Slili dan Museum UGM, Menjelajahi Ekosistem Pesisir hingga Koleksi Museum Biologi UGMEksplorasi Alam: Fieldtrip Tadris Biologi ke Pantai Slili dan Museum UGM, Menjelajahi Ekosistem Pesisir hingga Koleksi Museum Biologi UGM

Mahasiswa Jurusan Tadris Biologi dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon baru-baru ini sukses melaksanakan kegiatan fieldtrip (studi lapangan) tahunan yang berlangsung intensif selama 2 hari, pada tanggal 20-21 November 2025. Kegiatan akademik wajib ini secara strategis memadukan eksplorasi ekosistem alam di Pantai Slili, Gunungkidul, dengan pendalaman taksonomi dan sejarah biologi di Museum Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Fieldtrip ini dirancang khusus untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap materi Biologi Konservasi, Ekologi, dan Zoologi Invertebrata.

Pantai Slili: Laboratorium Alam Terbuka untuk Ekologi Pesisir

Destinasi pertama, Pantai Slili di Gunungkidul, yang terkenal dengan keindahan garis pantai dan zona intertidalnya yang kaya, menjadi titik fokus utama untuk studi ekologi. Pesisir Slili dipilih karena kondisi lingkungan yang relatif alami dan menawarkan keragaman hayati yang tinggi di wilayah pasang surut.

Di lokasi ini, para mahasiswa mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari dalam mata kuliah Ekologi. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk melakukan observasi dan pengambilan data secara sistematis. Aktivitas utama meliputi:

  1. Analisis Zonasi: Mahasiswa mempelajari bagaimana kehidupan di pesisir terbagi menjadi zona-zona spesifik, seperti zona splash, zona upper intertidal, dan zona lower intertidal. Mereka mencatat faktor-faktor pembatas seperti paparan sinar matahari, gelombang, dan salinitas yang membentuk distribusi organisme.

  2. Identifikasi Biota Laut: Dengan bimbingan ketat dari dosen pendamping, Dr. [Nama Dosen 1] dan [Nama Dosen 2], para peserta mengidentifikasi berbagai spesies biota laut invertebrata, termasuk anemon laut (Actiniaria), berbagai jenis moluska (seperti siput dan kerang), serta krustasea (kepiting dan udang karang) yang mendiami celah-celah batu karang. Data yang dikumpulkan meliputi nama ilmiah, deskripsi morfologi, dan peran ekologis masing-masing spesies.

  3. Kesadaran Konservasi: Bagian penting dari kegiatan ini adalah menanamkan kesadaran akan kerapuhan ekosistem pesisir. Mahasiswa diajak berdiskusi tentang ancaman terhadap terumbu karang dan habitat intertidal, yang sangat relevan dengan isu-isu Biologi Konservasi terkini.

Keberhasilan di Slili menjadi fondasi yang kuat, memungkinkan mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya terjadi di alam nyata.

Eksplorasi Alam: Fieldtrip Tadris Biologi ke Pantai Slili dan Museum UGM, Menjelajahi Ekosistem Pesisir hingga Koleksi Museum Biologi Museum Biologi UGM: Jendela ke Masa Lalu dan Keanekaragaman Hayati

Setelah eksplorasi ekologi yang menantang, perjalanan dilanjutkan ke Museum Biologi UGM di pusat kota Yogyakarta. Kunjungan ini berfokus pada penguatan pemahaman taksonomi, sistematika, dan keanekaragaman hayati. Museum ini merupakan salah satu institusi tertua dan paling penting di Indonesia dalam penyimpanan koleksi spesimen.

Di dalam museum yang sarat sejarah tersebut, mahasiswa disuguhi ribuan koleksi awetan kering (herbarium) dan awetan basah (wet specimen) dari berbagai flora dan fauna Indonesia. Poin-poin utama kunjungan adalah:

  • Mempelajari Zoologi: Melihat secara dekat koleksi kerangka mamalia besar, reptil, dan burung, yang sangat membantu dalam memahami struktur anatomi dan perbandingan taksonomi.

  • Mendalami Botani: Mengamati koleksi herbarium tumbuhan obat, tanaman langka, dan koleksi kayu, yang membuka wawasan tentang potensi sumber daya hayati Indonesia.

  • Wawasan Fosil dan Evolusi: Mahasiswa juga berkesempatan menelusuri koleksi fosil, yang menjadi bukti nyata dari proses evolusi dan sejarah kehidupan di bumi.

Kunjungan ini memberikan konteks historis dan ilmiah yang mendalam, melengkapi pengetahuan praktis yang didapatkan di Slili.

Ketua Jurusan Tadris Biologi, Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd. menyampaikan apresiasinya atas antusiasme mahasiswa. "Tujuan utama fieldtrip ini adalah menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas di lapangan dan sejarah ilmu pengetahuan," jelas beliau. "Pantai Slili mengajarkan sense of place dalam ekologi, sementara Museum Biologi UGM memperkaya dimensi taksonomi dan historis. Kombinasi keduanya adalah modal penting bagi calon pendidik Biologi yang profesional dan komprehensif."

Para peserta fieldtrip pulang dengan membawa segudang pengalaman baru, data lapangan, dan wawasan yang lebih luas, siap mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam proses belajar mengajar mereka di masa depan.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas