
Menorehkan Sejarah Hijau: UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Rekor MURI Penanaman 17.845 Pohon
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali mengukir prestasi monumental di tingkat nasional. Tepat pada peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, kampus keagamaan berbasis siber pertama di Indonesia ini secara resmi dianugerahi piagam penghargaan dan medali dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Capaian bersejarah ini diraih atas rekor "Penanaman Pohon Terbanyak di Lingkungan Fasilitas Umum oleh Mahasiswa KKN bersama Masyarakat" dengan total sebanyak 17.845 pohon.
Menanggapi pencapaian luar biasa tersebut, Keluarga Besar JurusanTadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon secara penuh menyampaikan ucapan selamat dan sukses, sekaligus menegaskan dukungan moral dan keilmuan terhadap gerakan pelestarian lingkungan hidup ini.
Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan Melalui Program KKN
Pencapaian rekor MURI ini tidak lahir secara instan, melainkan hasil dari kerja keras, perencanaan matang, dan kolaborasi masif antara mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan segenap lapisan masyarakat. Angka 17.845 pohon yang berhasil ditanam secara serentak melambangkan komitmen kolektif perguruan tinggi dalam merespons isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Penanaman puluhan ribu bibit pohon tersebut difokuskan pada berbagai fasilitas umum, mulai dari area pemukiman warga, taman kota, lahan kritis, kompleks sarana pendidikan, hingga lingkungan tempat ibadah dan fasilitas sosial lainnya. Langkah strategis ini memastikan bahwa keberadaan pohon yang ditanam tidak hanya memberikan dampak ekologis seperti penghijauan dan penyerapan karbon, tetapi juga memberikan manfaat sosial-ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Sinergi Visi Kampus Hijau dan Kepedulian Tadris Biologi
Sebagai bagian integral dari FITK, Jurusan Tadris Biologi menyambut capaian rekor MURI ini dengan penuh kebanggaan. Kegiatan penanaman pohon skala besar ini selaras dengan ruh keilmuan biologi dan visi kampus hijau yang secara konsisten diusung oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui pemeringkatan dunia UI GreenMetric World University Rankings.
Civitas akademika Tadris Biologi memandang bahwa rekor ini bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol manifestasi dari edukasi ekologis (ecological literacy). Dalam perspektif pendidikan sains berbasis Islam, menjaga kelestarian bumi dan keanekaragaman hayati merupakan bagian dari kewajiban moral serta wujud pengabdian nyata kepada masyarakat. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam aksi penanaman ini memberikan pengalaman lapangan yang sangat berharga dalam memahami dinamika ekosistem, konservasi tanaman, serta pentingnya pengelolaan ruang hijau publik.
Goresan Prestasi Lembaga Berpredikat Unggul
Keberhasilan meraih penghargaan MURI nomor 12162/R.MURI/VIII/2026 ini kian memperkokoh reputasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berpredikat Unggul. Pengakuan dari lembaga independen berkelas dunia seperti MURI membuktikan bahwa keunggulan akademik yang dimiliki institusi ini berjalan beriringan dengan kontribusi nyata di luar dinding kampus.
Transformasi kampus menuju Cyber Islamic University tidak lantas membuat dinamika pengabdian kehilangan pijakan di alam nyata. Justru dengan kekuatan jaringan digital dan tata kelola modern, koordinasi aksi sosial berskala besar—seperti gerakan penanaman 17.845 pohon ini—dapat tereksekusi secara rapi, efisien, dan berdampak luas.
Menjaga Keberlanjutan Pasca-Penanaman
Tantangan utama pasca-pemecahan rekor MURI ini terletak pada aspek pemeliharaan dan perawatan bibit pohon yang telah tertanam. Untuk itu, Jurusan Tadris Biologi FITK bersama seluruh civitas akademika siap mengambil peran edukatif dalam mendampingi masyarakat untuk merawat dan memantau pertumbuhan pohon-pohon tersebut.
Capaian rekor MURI ini diharapkan menjadi pemicu semangat berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus melahirkan inovasi dan aksi nyata berwawasan lingkungan. Gerakan 17.845 pohon ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan demi bumi yang lebih hijau dan masa depan bangsa yang lebih gemilang.