
Menuju Kampus Hijau Mendunia: Mahasiswi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Unjuk Gigi di Ajang 'International Short Course Biodiversity'
Program studi Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dua mahasiswinya, Jilan Fairuz dan Nurshofia Laelatur Rahmi, terpilih menjadi delegasi dalam program prestisius "International Short Course Biodiversity". Keikutsertaan mereka tidak hanya menjadi bukti kualitas akademik mahasiswa UIN Siber, tetapi juga menjadi langkah nyata universitas dalam memperkuat posisi sebagai kampus siber yang inovatif dan berwawasan global, sejalan dengan predikatnya sebagai UI Green Metric.
Program "International Short Course Biodiversity" merupakan wadah akademik yang mempertemukan para sarjana, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk mendalami, mendiskusikan, dan merumuskan solusi atas tantangan keanekaragaman hayati global yang semakin mendesak. Topik-topik utama yang diangkat meliputi pelestarian ekosistem, dampak perubahan iklim terhadap flora dan fauna, hingga pemanfaatan pengetahuan lokal (indigenous knowledge) untuk konservasi berkelanjutan. Bagi Jilan dan Nurshofia, kesempatan ini merupakan panggung untuk berkolaborasi dan bertukar ide dengan rekan-rekan sejawat serta pakar-pakar ternama di bidangnya.
Jurusan Tadris Biologi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memang dikenal aktif dalam mendorong mahasiswa-mahasiswanya untuk aktif di luar bangku perkuliahan. Melalui kurikulum yang mengintegrasikan teori dan praktik lapangan, serta berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium biologi yang modern, mahasiswa dibekali kemampuan untuk melakukan penelitian dan pengamatan mandiri. Keunggulan ini membuat lulusan Tadris Biologi memiliki daya saing yang tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan universitas terhadap kegiatan mahasiswa ini juga diperkuat dengan komitmen UIN Siber terhadap keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, yang tercermin dalam pencapaian UI Green Metric serta upaya terus-menerus untuk menciptakan lingkungan kampus yang asri dan hemat energi.
Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Partisipasi Jilan Fairuz dan Nurshofia Laelatur Rahmi dalam "International Short Course Biodiversity" adalah bentuk nyata dari kontribusi generasi muda, khususnya mahasiswa UIN Siber, dalam menjawab tantangan tersebut. Diharapkan pengalaman yang mereka peroleh akan memperkaya wawasan dan pengetahuan mereka, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan keilmuan dan praktik pelestarian lingkungan di Indonesia, sekaligus memperkuat citra UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai institusi pendidikan yang berdedikasi pada keunggulan akademis dan keberlanjutan global. Keikutsertaan mereka diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk berani bermimpi dan berkontribusi secara nyata di panggung dunia.