Berita dan Informasi

Sinergi Hijau Mahasiswa dan Pelajar: HIMBIO UINSSC dan FOKACI Tanam Mangrove di Pesisir Mundu demi Masa Depan Bumi

Sinergi Hijau Mahasiswa dan Pelajar: HIMBIO UINSSC dan FOKACI Tanam Mangrove di Pesisir Mundu demi Masa Depan Bumi

Gemini_Generated_Image_r7g4vlr7g4vlr7g4.png

Sinergi Hijau Mahasiswa dan Pelajar: HIMBIO UINSSC dan FOKACI Tanam Mangrove di Pesisir Mundu demi Masa Depan Bumi

Pesisir pantai merupakan benteng terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem darat dan laut dari ancaman perubahan iklim serta abrasi. Menyadari krusialnya peran tersebut, Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkolaborasi dengan Forum OSIS Kabupaten Cirebon (Fokaci) menggelar aksi penanaman mangrove yang berpusat di kawasan Pantai Muara Mundu, Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon. Sinergi luar biasa antara kaum intelektual kampus dan pelajar tingkat menengah ini menjadi bukti konkret kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Aksi Nyata Mitigasi Abrasi dan Pemulihan Ekosistem Pesisir

Kegiatan yang berlangsung semarak ini dirancang sebagai langkah taktis dalam mitigasi abrasi dan perbaikan ekosistem pesisir. Kawasan Pantai Muara Mundu selama ini membutuhkan perhatian ekstra akibat dampak hempasan gelombang air laut dan risiko penurunan kualitas lingkungan pesisir. Oleh karena itu, penanaman bibit mangrove yang dilakukan oleh para peserta merupakan jawaban ilmiah sekaligus aksi ekologis yang terencana.

Kehadiran mangrove di lokasi ini bukan sekadar simbol kegiatan seremonial belaka. Lebih dari itu, mangrove ditanam sebagai investasi lingkungan jangka panjang yang berfungsi menahan erosi pantai, menyerap emisi karbon, serta menyediakan habitat berkembang biak bagi keanekaragaman hayati laut.

Bagi HIMBIO UINSSC, aksi ini menjadi sarana pengejawantahan ilmu biologi yang dipelajari di bangku kuliah untuk diterapkan secara nyata di masyarakat. Sementara bagi para anggota Fokaci, keterlibatan mereka menjadi ruang edukasi terbuka untuk menanamkan etika kepedulian lingkungan dan jiwa kepemimpinan sosial sejak dini. Ratusan bibit mangrove ditanam secara gotong royong, menyatu dalam garis pantai yang menjadi tumpuan hidup warga setempat.

Apresiasi dan Penegasan dari Government Desa Mundu Pesisir

Kehadiran aksi kolaboratif ini disambut hangat oleh pemerintah desa setempat. Acara ini dihadiri secara langsung dan didukung penuh oleh Kuwu Desa Mundu Pesisir, Bapak Khairun, beserta jajaran perangkat desa. Puluhan mahasiswa dan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Cirebon turut memadati lokasi dengan antusiasme tinggi meski harus berhadapan dengan terik matahari pesisir.

Dalam sambutannya, Bapak Khairun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian para mahasiswa dan pelajar yang telah memilih wilayahnya sebagai sasaran aksi konservasi. Beliau menekankan betapa vitalnya peran vegetasi mangrove bagi perlindungan pemukiman warga pesisir.

“Kami menyambut baik sinergi antar-lembaga dan organisasi kepemudaan dalam menjaga pesisir Mundu ini. Mangrove adalah benteng pertahanan alam kami. Semoga inisiatif positif seperti ini menjadi contoh bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus aktif berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi penerus,” tutur Bapak Khairun.

Dukungan dari pemerintah desa ini memperkuat fakta bahwa aksi konservasi lingkungan harus senantiasa melibatkan tiga pilar utama: akademisi, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah agar berdampak secara berkelanjutan.

Pengejawantahan Visi Smart, Scientific and Futuristic

Sebagai bagian dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Program Studi Tadris Biologi senantiasa mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan memberikan dampak langsung bagi lingkungan sosial. Melalui motto "Smart, Scientific and Futuristic", aksi konservasi mangrove ini mencerminkan tiga pilar utama tersebut:

  1. Smart: Mengedukasi masyarakat dan generasi muda secara cerdas melalui aksi aksi nyata yang memberikan pemahaman ekologis secara langsung.

  2. Scientific: Menggunakan pendekatan ilmu keanekaragaman hayati dan ekologi pesisir dalam proses penanaman yang terencana sesuai karakteristik wilayah Pantai Muara Mundu.

  3. Futuristic: Berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang, memastikan bahwa dampak positif penanaman hari ini dapat dirasakan oleh generasi mendatang dalam bentuk kawasan pesisir yang asri dan aman dari bahaya bencana alam.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung program UI GreenMetric serta semangat Kampus Merdeka, di mana mahasiswa diberi ruang seluas-luasnya untuk belajar di luar kelas dan menjadi pemecah masalah atas isu-isu lingkungan riil di daerah.

Merawat Semangat Kepedulian Lingkungan

Aksi bersama di Pantai Muara Mundu ini menjadi titik awal dari komitmen kepedulian yang berkelanjutan. Kehadiran tunas-tunas mangrove baru yang tertanam kini menjadi saksi bisu bersatunya tekad mahasiswa, pelajar, dan warga desa dalam menjaga benteng pertahanan alam Mundu Pesisir. Semangat gotong royong dan kesadaran ekologis ini diharapkan terus merambat ke wilayah-wilayah pesisir lainnya di kawasan Kabupaten Cirebon.

Mari kita terus rawat semangat ini untuk Bumi yang lebih baik. Sampai jumpa di aksi-aksi positif dan menginspirasi selanjutnya! 🌱💚

Prodi Tadris Biologi

Smart, Scientific and Futuristic

@admintbio

#tadrisbiologisnj #uinssc #greenmetric #mangrove #kampusmerdeka

Topik Terkait:
##TBIO ##UIGreenMetric ##UINSiberSyekhNurjatiCirebon ##TadrisBiologi
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas