Berita dan Informasi

Tadris Biologi UINSSC Cirebon Bersama KPBI Pimpin Transformasi Kurikulum Biologi Nasional: Fokus pada OBE, KPT, dan Tantangan Digital

Tadris Biologi UINSSC Cirebon Bersama KPBI Pimpin Transformasi Kurikulum Biologi Nasional: Fokus pada OBE, KPT, dan Tantangan Digital Upaya kolektif dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidika...

Tadris Biologi UINSSC Cirebon Bersama KPBI Pimpin Transformasi Kurikulum Biologi Nasional: Fokus pada OBE, KPT, dan Tantangan DigitalTadris Biologi UINSSC Cirebon Bersama KPBI Pimpin Transformasi Kurikulum Biologi Nasional: Fokus pada OBE, KPT, dan Tantangan Digital

Upaya kolektif dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi di Indonesia terus digelorakan. Program Studi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) mengambil peran penting dengan berpartisipasi aktif dalam ajang Annual Meeting Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia (KPBI) Tahun 2025. Pertemuan puncak para akademisi biologi ini diselenggarakan dengan sukses di Hotel Bumi Siliwangi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dengan mengangkat tema krusial: “Rumusan Kurikulum Pendidikan Biologi Berdasarkan Outcome-Based Education (OBE) dan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT)”.

Menyatukan Visi Kurikulum Nasional

Acara ini, yang dihadiri oleh perwakilan dari puluhan perguruan tinggi penyelenggara program studi Pendidikan Biologi dari berbagai wilayah, berfungsi sebagai titik sentral konsolidasi nasional. Tujuan utamanya adalah menyatukan visi, menyamakan standar kompetensi lulusan, dan memetakan arah pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan cepat dalam ilmu pengetahuan dan regulasi pendidikan tinggi terbaru.

Forum ini menjadi sangat vital mengingat adanya penekanan kuat dari pemerintah terhadap implementasi Outcome-Based Education (OBE). OBE menuntut pergeseran fokus dari sekadar proses pengajaran menuju hasil capaian pembelajaran (CPL) yang spesifik dan terukur. Seluruh rangkaian diskusi dipandu secara sistematis oleh Dr. Agung W. Subiantoro, M.Pd., yang memastikan setiap perwakilan program studi memiliki kesempatan untuk mendalami dan merumuskan implementasi OBE dan KPT sebagai fondasi utama kurikulum yang akan datang.

Tiga Pilar Utama Pemikiran Inovatif

Diskusi interaktif yang berlangsung sepanjang hari menampilkan tiga paparan utama dari pakar-pakar terkemuka yang menjadi referensi nasional di bidang Pendidikan Biologi:

  1. Prof. Dr. Paidi, M.Si., mengawali dengan kerangka teoritis dan praktis penyusunan CPL. Beliau secara tegas menyatakan bahwa CPL harus lebih dari sekadar daftar mata kuliah; ia adalah kompas yang memandu seluruh struktur dan isi kurikulum. "CPL yang jelas, terukur, dan relevan adalah prasyarat mutlak untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki daya saing global dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap tuntutan masyarakat," tegasnya, menyoroti tantangan gap antara dunia akademik dan dunia kerja.

  2. Paparan kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Ibrohim, M.Si., yang berfokus pada dimensi integrasi dan keberlanjutan. Prof. Ibrohim menyoroti bahwa kurikulum pendidikan Biologi di masa depan tidak bisa lagi berdiri sendiri. Ia harus mampu mengintegrasikan tiga elemen penting: keilmuan biologi yang mendalam, pedagogi yang efektif, serta konteks teknologi digital dan isu-isu lingkungan global. Penekanannya adalah bagaimana kurikulum harus secara eksplisit mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), menjadikan lulusan sebagai agen perubahan yang peduli lingkungan.

  3. Sebagai sesi penutup yang krusial, Dr. Bowo Sugiharto, M.Pd., memfokuskan perhatian pada aspek akuntabilitas kurikulum. Keberhasilan penerapan OBE dan KPT, menurut Dr. Bowo, sangat bergantung pada validitas dan reliabilitas instrumen evaluasi yang digunakan. "Perancangan kurikulum yang hebat harus didukung oleh sistem pengukuran CPL yang akurat. Jika evaluasi hasil belajar tidak valid dan reliabel, maka seluruh upaya perumusan kurikulum berbasis capaian akan menjadi sia-sia," jelasnya, memberikan insight praktis mengenai metodologi penilaian yang efektif.

Komitmen UINSSC Menyongsong Permendiktisaintek Baru

Kehadiran Program Studi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum ini, yang diwakili oleh Ketua Program Studi, Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., menegaskan komitmen institusi siber ini untuk selalu berada di garis depan adaptasi kurikulum. UINSSC menunjukkan kesiapan mereka untuk menyelaraskan diri dengan berbagai kebijakan terbaru, termasuk yang disoroti dalam pertemuan, yaitu Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.

“Pertemuan KPBI ini adalah ruang refleksi kolektif yang sangat berharga. Kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengaplikasikan OBE secara efektif dan menyelaraskan seluruh CPL kami dengan standar nasional yang diperbarui,” ujar Dr. Evi Roviati. Beliau menambahkan bahwa UINSSC akan segera menindaklanjuti hasil rumusan ini untuk memastikan lulusan Tadris Biologi memiliki kompetensi yang relevan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menjadi pendidik profesional di era global.

Kesuksesan Annual Meeting KPBI 2025 di Bandung ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi pembaruan kurikulum Pendidikan Biologi di Indonesia, mendorong semua perguruan tinggi untuk bergerak serentak menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing global.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas