Berita dan Informasi

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hadirkan Kuliah Umum “Green Future Farming” dalam EXPO Tadris Biologi 2025

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hadirkan Kuliah Umum “Green Future Farming” dalam EXPO Tadris Biologi 2025 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon — Tantangan krisis lingkungan, perubahan iklim, dan ketahanan...

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hadirkan Kuliah Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Hadirkan Kuliah Umum “Green Future Farming” dalam EXPO Tadris Biologi 2025

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon — Tantangan krisis lingkungan, perubahan iklim, dan ketahanan pangan global menuntut lahirnya inovasi pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Jurusan Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menyelenggarakan Kuliah Umum sebagai bagian dari rangkaian EXPO Tadris Biologi 2025 dengan tema besar “Eco Think, Eco Act: From Mind to Movement in Halal Entrepreneurship”.

Kuliah umum yang mengangkat topik “Green Future Farming: Peluang Usaha Hidroponik di Era Pertanian Modern” ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, pukul 10.00–12.00 WIB, secara daring melalui platform Google Meet. Kegiatan ini terbuka untuk mahasiswa, dosen, praktisi, hingga masyarakat umum, dan berhasil menarik antusiasme peserta dari berbagai latar belakang.

Pertanian Masa Depan: Dari Isu Global ke Peluang Nyata

Kuliah umum ini menghadirkan Ali Nurdin, M.Pd, alumni Tadris Biologi UIN SSC yang kini berkiprah sebagai Science Teacher sekaligus Manager Al-Multazam Smart Edu Farm. Dalam pemaparannya, Ali Nurdin menegaskan bahwa pertanian modern tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor tradisional semata, melainkan sebagai sektor strategis masa depan yang sarat dengan inovasi, teknologi, dan peluang ekonomi.

Ia menjelaskan konsep Green Future Farming sebagai pendekatan pertanian yang mengintegrasikan efisiensi sumber daya, pemanfaatan teknologi, serta kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, paradigma pertanian saat ini telah bergeser dari sekadar produksi pangan menuju sistem yang lebih berkelanjutan, adaptif, dan bernilai tambah tinggi.

“Pertanian hari ini bukan hanya soal menanam dan memanen, tetapi tentang bagaimana kita menanam dengan ilmu, merawat dengan teknologi, dan memanen secara lestari,” ungkapnya dalam sesi pemaparan.

Hidroponik sebagai Simbol Pertanian Modern Berkelanjutan

Salah satu fokus utama kuliah umum ini adalah hidroponik, metode budidaya tanaman tanpa tanah yang dinilai sangat relevan dengan tantangan pertanian modern. Hidroponik dipaparkan sebagai sistem yang hemat air, efisien lahan, tidak bergantung pada cuaca, serta mampu menghasilkan produk berkualitas premium dengan risiko hama yang lebih rendah.

Ali Nurdin menjelaskan berbagai sistem hidroponik, mulai dari sistem sumbu (wick), NFT, DFT, hingga drip system dan Machida system. Setiap sistem memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing, yang dapat disesuaikan dengan skala usaha dan tujuan produksi.

Pertanian, Investasi Global, dan Generasi Muda

Tidak hanya dari sisi teknis, peserta juga diajak memahami peluang usaha hidroponik yang sangat luas, mulai dari produksi sayuran daun, buah premium seperti melon dan tomat cherry, penjualan bibit tanaman, nutrisi dan media tanam, hingga pengembangan edu-farm dan wisata pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa hidroponik bukan sekadar hobi, tetapi dapat dikembangkan menjadi model bisnis berkelanjutan.

Pertanian, Investasi Global, dan Generasi Muda

Menariknya, dalam pemaparannya Ali Nurdin juga mengaitkan pertanian modern dengan fenomena global, di mana banyak tokoh dunia mulai berinvestasi pada sektor pertanian dan pangan berkelanjutan. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa pertanian merupakan sektor masa depan yang menjanjikan, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan.

“Kalau hari ini banyak anak muda ragu masuk dunia pertanian, justru di situlah peluang besarnya. Pertanian modern membuka ruang inovasi dan kewirausahaan yang luas,” jelasnya.

Pesan ini menjadi refleksi penting bagi mahasiswa Tadris Biologi bahwa latar belakang keilmuan biologi memiliki peran strategis dalam membangun sistem pangan masa depan yang lebih hijau dan berkeadilan.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta

Kuliah umum ini dimoderatori oleh Marcella, mahasiswi Tadris Biologi angkatan 2022, yang berhasil memandu jalannya diskusi secara komunikatif dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar langkah awal memulai hidroponik dari rumah, tantangan pemasaran produk, hingga strategi pengembangan usaha berbasis komunitas.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru serta motivasi untuk mulai mencoba hidroponik sebagai langkah awal menuju wirausaha hijau.

Sejalan dengan SDGs dan Nilai Keislaman

Kegiatan kuliah umum ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi hidroponik dinilai mampu menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan krisis lingkungan dan pangan global.

Lebih dari itu, kuliah umum ini juga menegaskan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan etika lingkungan. Konsep wirausaha halal berkelanjutan menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh rangkaian EXPO Tadris Biologi 2025.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas